LP2M IAIN Manado Antarkan 12 Ketua Periset Berkompetisi pada Program MORA The Air Funds 2025

Manado – 7 November 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado berhasil mendampingi para ketua periset dalam proses pengajuan proposal pada Program Pendanaan Riset MORA The Air Funds yang resmi ditutup pada Kamis, 7 November 2025, pukul 16.00 WITA. Melalui pendampingan administratif dan teknis yang terstruktur, LP2M mengantarkan 12 proposal untuk berkompetisi pada skema pendanaan tingkat nasional tersebut.

Pendampingan yang dilakukan LP2M mencakup pengecekan kelengkapan berkas, penyusunan surat rekomendasi dan lembar pengesahan, peninjauan format penulisan dan substansi, hingga bimbingan teknis unggah proposal melalui sistem aplikasi. Langkah ini memastikan seluruh proposal dapat tersubmit secara tepat waktu dan memenuhi ketentuan administratif yang disyaratkan.

Adapun fokus penelitian yang diajukan para dosen IAIN Manado dominan pada tema:

  • Education and Religious Services Policy,
  • Education, Arts, Culture and Tourism Policy / Governance, dan
  • Disaster Management and Environmental Conservation Management.

Konsentrasi tema ini mencerminkan orientasi riset IAIN Manado yang responsif terhadap penguatan layanan pendidikan keagamaan, pelestarian budaya lokal, serta pengelolaan lingkungan berbasis mitigasi risiko bencana.

Ketua LP2M IAIN Manado, Dr. Ardianto, menegaskan bahwa keberhasilan pendampingan ini merupakan bukti konsistensi penguatan ekosistem riset di lingkungan kampus.

“Pendampingan yang kami lakukan bukan hanya untuk memastikan proposal terkirim, tetapi untuk membangun budaya riset yang serius, kolaboratif, dan berkelanjutan. Antusiasme para dosen sangat tinggi, dan ini menunjukkan bahwa gairah meneliti di IAIN Manado terus berkembang. Kami optimis bahwa upaya ini akan menghasilkan riset yang berdampak pada penguatan layanan pendidikan dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris LP2M, Rafiud Ilmudinulloh, menekankan bahwa aspek teknis sering kali menjadi titik kritis dalam proses pengajuan pendanaan riset.

“Kami memastikan setiap ketua periset mendapatkan pendampingan teknis yang memadai, mulai dari pengecekan lampiran, kesesuaian format dokumen, hingga tahapan submit. Proses pendampingan ini membantu meminimalkan kesalahan administratif yang dapat menggugurkan proposal di tahap awal,” jelasnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M, Dr. Hadirman, menambahkan bahwa LP2M telah menyiapkan keberlanjutan pendampingan.

“Jika ada proses perbaikan atau klarifikasi dari reviewer, LP2M akan tetap mendampingi sampai tahap keputusan akhir. Ini langkah untuk memastikan riset para dosen tidak hanya terdaftar, tetapi juga berpeluang tinggi untuk didanai,” ujarnya.

Salah satu dosen yang mengikuti program ini, Prof. Rosdalina (Mem Prof.), menyampaikan apresiasi atas dukungan LP2M.

“Pendampingan dari LP2M sangat membantu kami sebagai periset, terutama dalam hal kelengkapan dokumen dan kejelasan alur pengajuan. Hal-hal yang tampak teknis justru sangat menentukan, dan LP2M hadir dengan sabar dan terarah. Dukungan seperti ini membuat kami lebih percaya diri dalam berkompetisi di tingkat nasional,” tuturnya.

Dengan penyelesaian pengajuan proposal ini, LP2M IAIN Manado siap memasuki tahap berikutnya, termasuk pemantauan proses review hingga pendampingan lanjutan pascapenetapan hasil. LP2M berharap partisipasi ini dapat memperluas kontribusi keilmuan dan pengabdian sosial IAIN Manado di tingkat nasional.g mendapat dukungan pendanaan dan mampu memberikan kontribusi ilmiah serta sosial yang luas.