LP2M IAIN Manado Gelar Webinar International Women’s Day: Bangun Ruang Aman di Lembaga Pendidikan Islam

Manado, 11 Oktober 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam isu-isu sosial keagamaan dengan menyelenggarakan Webinar International Women’s Day bertema “Membangun Ruang Aman di Lembaga Pendidikan Islam: Mencegah Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Perkawinan Dini.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diinisiasi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M IAIN Manado yang dipimpin oleh Nur Alfyani, M.Si. Webinar ini menghadirkan tiga narasumber lintas institusi dan negara, yakni Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si (Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI), Muhammad Syukri Pulungan, M.Psi (Direktur Eksekutif PUSKESTAL Indonesia), serta Sambay P., MLA (Educator, University of Southern Mindanao, Philippines).


Rektor: Kampus Harus Menjadi Ruang Aman dan Inklusif

Dalam sambutan pembukaan, Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I., menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam harus menjadi teladan dalam menciptakan ruang aman dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.

“Perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa lingkungan akademik bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Pendidikan agama harus menjadi sumber pencerahan, bukan penindasan,” ujar Rektor.


Ketua LP2M: Kolaborasi Gender dan Kemanusiaan

Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Manado, Dr. Ardianto, M.Pd, dalam sambutan welcoming speech-nya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LP2M memperkuat literasi gender dan kemanusiaan di lingkungan kampus.

“Isu kekerasan seksual dan perundungan bukan hanya persoalan hukum, tapi juga persoalan kesadaran sosial dan budaya. Karena itu, LP2M berkomitmen menjadikan program PSGA sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat kesetaraan dan perlindungan perempuan serta anak di satuan pendidikan Islam,” jelasnya.


Prof. Zahrotun Nihayah: Sinergi untuk Perlindungan di Satuan Pendidikan

Dalam pemaparannya bertajuk “Sinergitas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual dalam Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Satuan Pendidikan,” Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kementerian, kampus, dan masyarakat harus berjalan bersama. Tanpa sinergi, perlindungan hanya menjadi wacana. Satuan pendidikan perlu memiliki sistem pelaporan yang aman dan tim penanganan yang responsif,” ungkapnya.


Muhammad Syukri Pulungan: Perhatikan Kesehatan Mental Siswa

Narasumber kedua, Muhammad Syukri Pulungan, M.Psi., memaparkan materi “Kesehatan Mental dalam Pencegahan Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Perkawinan Dini.” Ia menyoroti bahwa kesehatan mental peserta didik menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan produktif.

“Kesehatan mental yang diabaikan dapat menjadi akar dari perilaku menyimpang, termasuk perundungan dan kekerasan. Lembaga pendidikan harus membangun budaya empatik dan mekanisme dukungan psikologis bagi siswa,” tegas Syukri.


Sambay P., MLA: Perempuan Muslim sebagai Agen Transformasi Sosial

Dari Filipina, Sambay P., MLA, membawakan materi bertajuk “Muslim Women’s Influence on Social Transformation in Mindanao.” Ia menjelaskan bagaimana perempuan Muslim di Mindanao berperan aktif dalam perdamaian, pendidikan, dan pembangunan masyarakat pascakonflik.

“Perempuan Muslim di Mindanao bukan hanya penerima dampak konflik, tetapi juga agen perdamaian dan transformasi sosial. Nilai Islam yang menekankan keadilan dan kasih sayang menjadi dasar perjuangan mereka,” tutur Sambay.


Tim LP2M Bersatu Sukseskan Kegiatan

Webinar ini berjalan lancar berkat kerja kolektif tim LP2M IAIN Manado yang turut hadir dan berperan aktif di kantor selama kegiatan berlangsung, antara lain Dr. Hadirman, M.Hum., Dr. Munir Tubagus, M.Cs., Dr. Laily Nurhayati, M.Si., dan Rafiud Ilmudinulloh, M.Pd.

Kepala PSGA, Nur Alfyani, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini.
“Webinar ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik lintas negara untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya ruang aman di lembaga pendidikan Islam,” ujarnya.


Kolaborasi Regional dan Harapan ke Depan

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring kolaborasi antara Indonesia dan Filipina dalam isu pendidikan, gender, dan kemanusiaan. LP2M IAIN Manado berkomitmen melanjutkan agenda serupa melalui program riset, pelatihan, dan advokasi sosial di masa mendatang.

Leave a Reply