Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado penyelenggaraan Webinar Internasional dengan tema “Women’s Participation in Development and the Public Sector.” Acara ini dilaksanakan melalui zoom meetings pada hari Jumat, tanggal 29 Desember 2023. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 Wita–selesai.

Kegiatan Webinar dibuka secara resmi, Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI. Beliau memberikan apresiasi kepada tim manajemen LP2M IAIN Manado yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan dan kepada narasumber webinar ini.  Semoga, melalui Webinar ini akan muncul gagasan-gagasan inovatif untuk mendorong peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Sangat penting pula, ada ringkasan rekomendasi dari kegiatan ini dapat dibuat tindak lanjut dalam kegiatan-kegiatan berikutnya berkaitan dengan PSGA terutama  kegiatan produktif berkaitan dengan pengarusutamaan gender di masa depan dan emansipasi perempuan.

Ketua LP2M IAIN Manado, Dr. Ardianto, M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada Rektor IAIN Manado yang telah memenuhi undangan dan bersedia untuk membuka webinar internasional, dan memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Kegiatan menjadi forum diskusi yang berharga untuk merinci peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan dan sektor publik. Webinar ini menampilkan tiga pembicara utama yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Narasumber pertama, Ir. Alicia Sinsuw, S.T., M.T., Ph.D (Feng Chia University Taiwan/Sam Ratulangi University Manado, dengan materi: “Gender Empowerment for Community Resiliency and Sustainability”. Dalam pembahasan narasumber menekankan pada beberapa aspek, yakni peran penting perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan merupakan ruang untuk pemberdayaan perempuan yang dapat membuka pemikiran. Esensi pemberdayaan perempuan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan masyarakat. Partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya, merinci bahwa melibatkan perempuan secara signifikan dapat memberikan kontribusi positif pada dinamika masyarakat. Dibahas pula keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan sebagai elemen krusial dalam menciptakan lingkungan yang setara dan adil. Selain itu, pemaparan mencakup meningkatkan kapasitas produktif perempuan dalam memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi, Melalui investasi, dukungan terhadap kepemimpinan perempuan, pendanaan organisasi perempuan, dan perlindungan kesehatan perempuan dalam upaya pemberdayaan. Keseluruhan pembahasan membawa pemahaman mendalam tentang dampak positif pemberdayaan perempuan pada kesejahteraan komunitas secara menyeluruh, membentuk masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.

Pemateri kedua, Dr. Mayske Rinny Liando, M.Pd. (Universitas Negeri Manado/Ketua Perkumpulan Perempuan untuk Kebudayaan dan Demokrasi (PEKA) Manguni Sulut), “Women’s Participation in Local Politics”. Dr. Mayske Rinny Liando, M.Pd. mengambil fokus pada peran perempuan dalam politik lokal, khususnya di Sulawesi Utara. Dalam kajiannya, beliau membahas tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan yang terlibat dalam politik di Sulawesi Utara mulai dari aturan, faktor sosial budaya, kepemimpinan politi Perempuan di eksekutif, kepemimpinan perempuan di legislatif, hingga contoh tokoh perempaun Sulawesi Utara pada masa orde lama, orde baru, reformasi, hingga saat ini. Menurutnya, Perempuan di Sulawesi Utara sudah mendapatkan kesempatan yang setara dengan laki-laki di ruang publik atau politik. Pemateri ketiga, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum (Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado/Ketua Fatayat NU Sulut, materi: “Gender Equality Empowerment: Increasing Access to Justice and the Public Role of Women”.  Materi ini mengupas isu kesetaraan gender dalam konteks pemberdayaan, terutama terkait akses terhadap keadilan dan peran publik perempuan. Dalam kajiannya, beliau membahas bagaimana menciptakan kesetaraan gender dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor publik, termasuk dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap sistem peradilan.  Kegiatan dipandu oleh Sri Sudewi, S.Si., M.Sc., Ph.D (Dosen Universitas Samratulangi Manado/Alumni KMU Taiwan/Aisyiyah Sulawesi Utara).  

Webinar ini dihadiri peserta juga terdiri dari peneliti, dosen, guru, mahasiswa,  dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Peserta luar negeri yang hadir berasal dari Taiwan, sementara peserta yang berasal dari dalam negeri tersebar dari berbagai perguruan tinggi, antara lain IAIN Manado, Unversitas Tadulako, Universitas Negeri Manado, Universitas Samratulangi, IAIN Pare-Pare, Universitas Haluoleo Kendari, STIPER Kendari, Universitas Muhammadiyah Mataram dan daerah di Indonesia, yakni Manado, Minahasa, Yogyakarta, Kendari, Palu, Mataram, Makassar, Gorontalo, dan Mataram yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan isu-isu gender dan perempuan di ruang publik. Pada sesi diskusi peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber, mulai dari keadilan gender, peran perempuan, eksploitasi perempuan, kekerasan perempuan dalam rumah tangga, hingga partisipasi perempuan dalam dunia politik. Kesimpulan diskusi yang ditegaskan kedua narasumber bahwa kedigdayaan perempuan tergantung pada kapabilitas, sehingga emansipasi bukan digerakkan oleh laki-laki tetapi dari perempuan sendiri.

Setelah diskusi, dilakukan sesi foto bersama dan kegiatan penutupan. Pada penutup kegiatan, Ketua Ketua LP2M IAIN Manado, Dr. Ardianto, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan, “kami sangat gembira melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta dan pembicara yang hadir. Semangat untuk mendorong partisipasi perempuan dalam merumuskan kebijakan dan memengaruhi dinamika politik lokal. Webinar ini tidak hanya menciptakan jejaring lintas-batas, tetapi juga mengilhami para peserta untuk berkontribusi dalam mendukung partisipasi perempuan dalam proses pembangunan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. (HD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *