Home Berita Dosen FTIK Selenggarakan Focus Group Discussin (FGD) Pengabdian di Pondok Pesantren

Dosen FTIK Selenggarakan Focus Group Discussin (FGD) Pengabdian di Pondok Pesantren

by admin

LP2M IAIN Manado- (Sabtu, 30 Oktober 2021) Salah satu program kerja LP2M IAIN Manado bidang pengabdian kepada masyarakat, adalah program “Dosen Mengabdi”. Kegiatan ini dilaksanakan tim pengabdian yang mewakili fakultas di lingkup IAIN Manado, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dipilih oleh timLP2M IAIN Manado berdasarkan program kerja pengabdian yang telah di rancang sebelumnya.

Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Implementasi Merdeka Belajar di Pondok Pesantren” ini dilaksanakan oleh tim perwakilan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terbagi dalam dua tahapan. Tahap pertama adalah pertemuan langsung koordinator tim pengabdian perwakilan FTIK, Abdul Muis Daeng Pawero, M.Pd dengan guru-guru pondok pesantren al-Luthfi disertai diskusi lepas. Tahap pertama ini berlangsung terbatas dan singkat oleh karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pada tahap kedua diselenggarakan secara daring melalui platform zoom meeting pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2021, Pukul 19.30 WITA hingga selesai. Kegiatan pada tahap ini dihadiri langsung oleh ketua LP2M Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I, Kepala Pusat Pengabdian LP2M Dr. Ishak Talibo, M.Pd.I, Zelan Tamrin Danial, M.Pd dan Ibu Meiskyarti Luma, M.Pd selaku dosen FTIK yang ikut berkontribusi dalam tim pengabdian mewakili FTIK.

Dalam sambutannya, Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan program pengabdian yang dilakukan tim perwakilan FTIK. Ia juga mengapresiasi tema yang diangkat. “Implementasi Merdeka Belajar di Pondok Pesantren sebagaimana dalam tema ini, merupakan tema yang penting untuk dibicarakan. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan arus digitalisasi. Maka, pesantren perlu berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka membangun jejaring dan mengembangkan lembaga pesantren itu sendiri” Ungkap Ketua LP2M.

 Selanjutnya, Dr. Ishak Talibo, M.Pd.I selaku Kepala Pusat Pengabdian LP2M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyampaikan bahwa IAIN Manado dalam kegiatan pengabdian selalu konsisten dalam membantu permasalahan-permasalan yang ada di masyarakat termasuk aspek pendidikan. “Dalam merealisasikan program pengabdian kepada masyarakat, LP2M selalu berfokus pada pendampingan untuk membantu masyarakat termasuk sekolah-sekolah.  Tentunya kami berterima kasih kepad tim pengabdian dari FTIK yang telah melakukan pengabdian dibidang pendidikan, khususnya pondok pesantren al-Luthfi yang terletak di daerah pedesaan. Semoga dengan pengabdian ini dapat membantu pesantren al-luthfi dalam meningkatkan kualitas kelembagaannyya”. Ungkap Kepala Pusat Pengabdian LP2M.

Dalam materinya, Abdul Muis Daeng Pawero, M.Pd menyampaikan tentang kebijakan merdeka belajar yang pada prinsipnya membantu memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ia juga menjelaskan tentang Edaran Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Merdeka Belajar dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik dan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021 serta empat program kebijakan pendidikan nasional Merdeka Belajar. Bahwa pada prinsipnya, kebijakan merdeka belajar memberikan keleluasan dan otonomi kepada guru dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan kompetensi serta menentukan kelulusan peserta didik. Hal ini karena guru-lah yang paling mengetahui dan memahami perkembangan pengetahuan dan kepribadian siswa.

Terkait implementasi merdeka belajar di pondok pesantren, Abdul Muis yang juga sekaligus bertugas sebagai sekretaris program studi Manajemen Pendidikan Islam FTIK ini menyampaikan bahwa pada prinsipnya, pondok pesantren dalam aktivitasnya secara tidak langsung telah mengimplementasikan merdeka belajar. Ini dapat dilihat dari pembelajaran di pesantren yang menerapkan pembelajaran kontekstual kepada santrinya. Artinya, selain kewajiban menghafal Al-Quran, mengaji kitab-kitab, santri diberikan kebebasan untuk memilih pengembangan soft skill di sela-sela waktu yang yang bisa dimanfaatkan untuk belajar serta mengasah kempuannya. Hal ini telah dibuktikan oleh pondok pesantren al-luthfi dengan mengkader para santri untuk berwirausaha disela-sela tugas menghafal Al-Qur’an dan ngaji Kitab Kuning. Selain membangun perkebunan pesantren yang dikelola oleh santri melalui bimbingan para guru pesantren al-Luthfi, para santri juga menciptakan produk kopi terkenal di Sulawesi Utara yaitu “Kopi Santri”. Dengan bekal kompleksitas pengetahuan tersebut, santri merupakan SDM yang dapat berkompetisi secara global.

Pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi serta komentar dari guru-guru al-luthfi, ketua LP2M dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, serta ibu Meiskyarti Luma, M.Pd yang ikut berkontribusi dalam tim pengabdian mewakili FTIK. Terdapat ide-ide strategis yang muncul dalam diskusi, di antaranya peluang kerjasama antara LP2M IAIN Manado dengan Pondok Pesantren al-luthfi serta pihak-pihak terkait untuk mengembangkan produk-produk lokal santri al-lutfhi, sehingga dapat membantu pesantren al-Luthfi dalam meningkatkan kompetensi santri dan kualitas kelembagaan pesantren di tengah masyarakat pedesaan kecamatan Sangtombolang, Bolaang Mongondow. (Abdul Muis Daeng Pawero) 

You may also like