(24/07) Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3130 Tahun 2019 tentang Juknis Program Bantuan Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Ilmiah 2020, merupakan dasar hukum yang perlu dipahami secara saksama, sehingga menjadi alasan utama bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado melaksanakan kegiatan Sosialisasi LITAPDIMAS dan Klinik Proposal 2020.

LITAPDIMAS merupakan Platform online yang disediakan oleh Dirjen Pendis Kementerian Agama  agar para dosen/peneliti dibawah Satuan Kerja Kementerian Agama, dapat mengajukan Proposal Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat hingga proses pelaporan. Sejak tahun 2017 Program LITAPDIMAS di launching, para dosen/peneliti, diberikan kemudahan untuk mengajukan hingga melaporkan kegiatan Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Guna menjelaskan cara kerja LITAPDIMAS serta memberikan pemahaman kepada para dosen/peneliti khusus Satker IAIN Manado, maka LP2M IAIN Manado menggelar kegiatan Sosialisasi LITAPDIMAS dan Klinik Proposal 2020. “LP2M akan memfasilitasi segala aspek yang berkaitan dengan Proposal Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat” ungkap Ketua LP2M, Arhanuddin Salim, M.PdI. Menurutnya, “LP2M sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk memberikan pendampingan kepada dosen agar program bantuan ini bisa termanfaatkan dengan baik, sehingga mampu menambah kualitas dosen/peneliti serta sebagai pemenuhan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi”, ujarnya saat memaparkan materi sosialisasi.

Terkait teknis pendaftaran, pengajuan hingga permasalahan dalam LITAPDIMAS, dipaparkan oleh Admin LITAPDIMAS Satker IAIN Manado, Rizaldy Pedju. Menurutnya, “untuk tahun ini, secara teknis, pengajuan proposal di LITAPDIMAS, setiap tahapan demi tahapan harus di isi oleh dosen/peneliti yang sudah memiliki akun masing-masing, dengan tidak boleh dikosongkan salah satu tahapannya. Tambahnya, “mengenai Fill In struktur proposal yang hendak diajukan, wajib mengikuti template yang tersedia, jika ada dosen yang memiliki template yang berbeda pada proposalnya, maka diwajibkan untuk mengubah dan menyesuaikan template yang disediakan dalam LITAPDIMAS.

Adapun terkait materi pada kegiatan Klinik Proposal, disampaikan oleh Ali Amin, MA, dengan mengangkat judul “How To Write a Grant Proposal” para dosen diberikan asupan materi yang berkaitan dengan substansi proposal agar terhindar dari plagiat, serta memiliki kualitas proposal yang baik.

Akhir sesi kegiatan ini, peserta menginginkan agar kegiatan seperti ini dibuatkan secara rutin dengan menyesuaikan agenda dari LP2M sebagai pelaksana, sehingga benar realisasi pendampingan yang menjadi misi LP2M dalam program kerjanya yaitu sebagai lembaga yang mampu menstimulan agar adanya peningkatan kualitas dosen/peneliti di satker IAIN Manado. Hal ini, direspon postitif oleh Ketua LP2M sehingga setiap minggu akan diselenggarakan kegiatan yang sama.

Selain itu, Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah LP2M IAIN Manado, Rahman Mantu, M.Hum, berharap agar para peserta memanfaatkan kegiatan seperti ini, sehingga tidak ada lagi dosen yang beralasan tidak dapat informasinya atau kurang paham dengan pengajuan proposal penelitian, sembari memberikan kesempatan akan proposal para dosen difasilitasi oleh LP2M agar di periksa terlebih dahulu persentase plagiatnya, dengan batas dibawah 20% plagiat yang hendak diajukan, dengan pengecekan menggunakan Turnitin. Imbuhnya, “dosen/peneliti saat direview oleh Reviewer benar-benar reviewnya terkait substansi proposal, sudah melewati proses review plagiat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *