LP2M IAIN Manado-(16/07) Perayaan Pesta Demokrasi di negara ini telah usai, Pemilihan Umum untuk memilih Eksekutif (Presiden & Wakil Presiden), serta Legislatif (DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota), sebagai keterwakilan dalam menjalankan roda pemerintahan berakhir dengan kondusif. Dalam Negara yang menganut demokrasi seperti Indonesia, suatu keniscayaan jika ada perbedaan dalam menyikapi hasil akhir dari pesta demokrasi tersebut, aksi demo sekalipun yang merupakan bagian dari konsekuensi demokrasi hal yang wajar terjadi.

Namun, perlu menjadi perhatian bahwa setelah proses yang panjang dalam pemilihan umum tersebut, ada hal yang kongkrit kedepannya yang harus dihadapi bersama, yaitu negara ini mampu berjalan dengan mengedepankan Narasi, Visi serta filosofi bangsa, yang mampu mengantarkan negara ini menjadi bangsa yang besar. Hal ini sekiranya mampu terejawantahkan dalam bingkai Implementasi Pancasila sebagai Ground Norm Pemersatu bangsa. Minggu 14 Juli 2019, Jokowi dalam pidato perdananya setelah ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia, menyinggung perihal Pancasila Sebagai Ideologi Negara pemersatu bangsa, Harga Mati tidak dapat diganggu gugat.  Pernyataan dalam Pidato ini, harus dimaknai secara komprehensif, sebagai contohnya dalam memaknai Pancasila dalam Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” sekiranya mampu dipertahankan dalam implementasinya, seperti menghargai perbedaan agama dan/atau keyakinan yang sama bahkan berbeda agama dengan kita, menghargai segala bentuk peribadatan agama dan/atau keyakinan lain, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan Agama dan Keyakinan di Indonesia. Namun kenyataannya potensi konflik antara Agama dan/atau Keyakinan marak terjadi, siklus chaos mayoritas dan minoritas menjadi momok yang perlu dipecahkan bersama. Pengetahuan akan kebebasan beragama dan atau berkeyakinan perlu terus digaungkan dalam ruang-ruang publik saat ini.

Civitas Akademika IAIN Manado, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M) & Pusat Studi Masyarakat di Minahasa (PS3M) IAIN Manado mengelar Diskusi  #VisitingResearcherSeries3 terkait dengan arah Kebebasan Beragama & Berkeyakinan di era pemerintahan saat ini, dengan mengangkat Tema Diskusi “Membincang Kebebasan Beragama & Berkeyakinan di Era Jokowi” dengan pemantik/narasumber adalah Ihsan Ali Fauzi (Direktur PUSAD Paramadina). Kegiatan ini  akan dilaksanakan pada Jum’at, 19 Juli 2019 Pukul. 09.00 Wita bertempat di Pusat Kajian IAIN Manado, Gedung Terpadu Lt.2. (Free/Terbuka Untuk Umum). Harapannya, kegiatan diskusi ini mampu memberikan pemahaman terkait arah Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia.